banyak hal yang aku sendiri tutupi dari hidupku, ya..
tentang hati..
bodoh ya???
dari dulu aku tidak pernah mau mengatakan aku suka, aku sayang, aku ingin..
hanya karena rasa takut atas ketidak pastian serta penghianatan.
aku tak menyalahkan hidupku dengan pelajaran mengenai penghianatan dan mendua.
tapi aku tidak mau itu, aku takut untuk disakiti, aku takut untuk mencintai lalu aku ditinggalkan.
aku masih ingin belajar untuk menerima, menerima ia yang mencintaiku dengan tulus, tapi sayangnya aku selalu terlambat menerima itu, aku sibuk mencari tahu, aku sibuk membuat kesimpulan hingga dia jengah dan pergi dari aku. bukan salahnya. sekali lagi bukan salahnya.
sore ini entahlah apa yang terjadi pada otakku. aku membuat kode melalui sosmed.ku.. aku tuliskan
DIA... ya dia diujung harapan, akhirnya muncul sebagai daftar teman yang menyukai pernyataan itu, entah apa dia, dia selalu muncul di ungkapan-ungkapanku yang sudah terlihat dewasa. mungkin dia malas melihat aku tidak sekuat dan selantang saat aku menolaknya. aku selalu kekanak-kanakan dalam menuliskan ungkapan dalam sosmed itu.. sedang dia??
aku berharap dia itu tahu, itu untuk dia. ya untuk dia yang sudah mampu membuatku banyak pikiran akhir-akhir ini.
dia yang mengalihakan harapanku dari orang-orang terhitung sukses di luar sana. dia yang bukan orang sempurna, dia yang sederhana, dia yang bisa disebut anak yang "nakal", entah dengan apa dia menyihirku seperti ini,, lelah.
bagaimana mungkin aku mengharapkan orang yang tepat setahun ini aku tolak? bagaimana mungkin aku memimpikan orang yang selalu aku tolak muncul di otakku? bagaimana otaku bisa berfikir dia masih mengaharapkan aku sedang hati ini sudah sadar bahwa dia sudah pergi jauh bahkan tak terlihat lagi bayangannya.
ku harap cukup ini aku menyelesaikan harapanku, cukup ini aku membuka hati terlalu lama dan ternyata mungkin sudah tidak ada harapan lagi.
harusnya aku sadar dari lama tapi entahlah dia selalu membuatku bingung menghadapi hari-hariku jika dia mulai mendekat dan aku takut kehilangan.
sekarang aku cuma ingin tahu dia sudah dimiliki wanita lain, wanita yang sudah sempurna bersamanya. bukan aku yang labil. dan akan ku cukupkan. cukup.
aku hanya ingin menjadi teman baik, teman baik itu saja cukup. dan pergilah saat kau telah memiliki orang yang menyayangimu dan kau sayangi.