Jumat, 06 Juni 2014

tentang hati ini...

mungkin aku bukan orang yang pintar merangkai kata..
banyak hal yang aku sendiri tutupi dari hidupku, ya..
tentang hati..
bodoh ya???
dari dulu aku tidak pernah mau mengatakan aku suka, aku sayang, aku ingin..
hanya karena rasa takut atas ketidak pastian serta penghianatan.

aku tak menyalahkan hidupku dengan pelajaran mengenai penghianatan dan mendua.
tapi aku tidak mau itu, aku takut untuk disakiti, aku takut untuk mencintai lalu aku ditinggalkan.
aku masih ingin belajar untuk menerima, menerima ia yang mencintaiku dengan tulus, tapi sayangnya aku selalu terlambat menerima itu, aku sibuk mencari tahu, aku sibuk membuat kesimpulan hingga dia jengah dan pergi dari aku. bukan salahnya. sekali lagi bukan salahnya.

sore ini entahlah apa yang terjadi pada otakku. aku membuat kode melalui sosmed.ku.. aku tuliskan


DIA... ya dia diujung harapan, akhirnya muncul sebagai daftar teman yang menyukai pernyataan itu, entah apa dia, dia selalu muncul di ungkapan-ungkapanku yang sudah terlihat dewasa. mungkin dia malas melihat aku tidak sekuat dan selantang saat aku menolaknya. aku selalu kekanak-kanakan dalam menuliskan ungkapan dalam sosmed itu.. sedang dia??
aku berharap dia itu tahu, itu untuk dia. ya untuk dia yang sudah mampu membuatku banyak pikiran akhir-akhir ini.
dia yang mengalihakan harapanku dari orang-orang terhitung sukses di luar sana. dia yang bukan orang sempurna, dia yang sederhana, dia yang bisa disebut anak yang "nakal", entah dengan apa dia menyihirku seperti ini,, lelah.

bagaimana mungkin aku mengharapkan orang yang tepat setahun ini aku tolak? bagaimana mungkin aku memimpikan orang yang selalu aku tolak muncul di otakku? bagaimana otaku bisa berfikir dia masih mengaharapkan aku sedang hati ini sudah sadar bahwa dia sudah pergi jauh bahkan tak terlihat lagi bayangannya.

ku harap cukup ini aku menyelesaikan harapanku, cukup ini aku membuka hati terlalu lama dan ternyata mungkin sudah tidak ada harapan lagi.
harusnya aku sadar dari lama tapi entahlah dia selalu membuatku bingung menghadapi hari-hariku jika dia mulai mendekat dan aku takut kehilangan.

sekarang aku cuma ingin tahu dia sudah dimiliki wanita lain, wanita yang sudah sempurna bersamanya. bukan aku yang labil. dan akan ku cukupkan. cukup.


aku hanya ingin menjadi teman baik, teman baik itu saja cukup. dan pergilah saat kau telah memiliki orang yang menyayangimu dan kau sayangi.

Kamis, 22 Mei 2014

tahukah kalian tentang ini?

tahukah kalian....
 aku diajarkan untuk menerima dan dan mengalah sejak kecil, hingga aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya harus merebut..
tahukan kalian?
aku diajarkan untuk sendiri dari kecil, hingga aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya bersama...
tahukah kailan?
aku benci dengan oran-orang itu tapi aku harus diam dan tersenyum manis dnegannya? (aku merasa munafik)
tahukah kalian...
aku harus menerima cacian dan penilaian buruk padaku, dan aku cuma bisa diam dan meng"iya"kan saja...
tahukah kalian?
 saat aku berteriak, saat aku tertawa lepas tak punya etika, saat aku mulai menghinakan diriku sendiri itu adalah saat terburukku menghadapi masalah emosiku sendiri..
tahukah kalian,,,
 aku selalu diberi tekanan untuk bersikap manis dan baik tapi apa mereka pernah melihat itu??
tahukah kalian
ketika aku menyayangi orang-orang disekelilingku dan aku berharap mereka tidak pergi.. apa kalian paham dengan keinginanku..
apa kalian pernah melihat semua maslah dari sudutku?
apa kalian pernah melihat betapa keras hidupku?
apa kalian pernah tahu aku bersabar untuk hinaan,,
aku harus jadi anak yang siap jadi bahan omongan..
harus siap jadi anak yang selalu disalahkan..
masihkan kalian mau menyalahkanku terus dengan sikapku ini?
kalian bilang kalian paham denganku,,
kalian bilang kalian ngerti aku..
kalian bilang kalian selalu mengalah padaku...

sekarang aku tanya.. apa yang kau paham dariku?
sikap egoisku, keras kepalaku? itu? apa kalian enggak pernah mikir kalian juga seperti itu.. semau kalian dan aku? selalu salah.
apa yang kalian ngerti dari aku?
sikap diamku? sikap marahku? perasaanku? kalian terlalu asik mencari sikap buruku hingga kalian lupa saat memperlakukanku demikian...
lalu mengalah seperti apa?
mengalah saat aku marah? yakin kalian ngalah? tidak...
aku lebih sering menekan emosiku...
kadang ucapan gurauanku saja kau anggap serius dan kalian anggap ucapan murkaku..
sakit rasanya...

cukup tahu saja untuk ini.